“Tit...tit...tit...tit...tit..!!!”bel
HP berbunyi tepat pukul jam 5 pagi. Ngh... aku
menggeliat dan mematikan alarm HP. Waktunya sholat subuh!!! Setelah
berwudhu aku segera sholat subuh. Hari ini suasananya amat tenang dan sepi.
Karena hari ini hari Minggu, berarti waktunya untuk lari pagi! Tepat jam ½ 6
aku mengenakan baju kaos the power puff girls favoritku dengan celana panjang
olahraga warna biru. Aku jogging bersama adikku, Elly.
Hai! Namaku Nadesiffa Alvernica Putri. Panggil saja aku
Siffa, itu nama panggilanku di sekolah. Tetapi teman-teman se-gank-ku
memanggilku Vivi. Sedangkan keluargaku memanggilku Icha. Tanggal lahirku
Samarinda,2 Juli. Sekarang aku baru saja masuk sekolah kelas 2 SMP. Sebelum
kenaikan kelas 2, nilai-nilaiku ada yang jeblok lho! Seperti Fisika, Biologi,
Matematika, Sejarah, dan Kewarganegaraan.
Jujur nih.. aku sebenernya nggak terlalu pintar dan nggak
bodoh-bodoh amat. Ya... yang sedang-sedang ajalah. Setelah lari pagi, aku
segera mandi. Aku punya kegiatan ekstra di sekolah. Yaitu Drum Band dan Paduan
Suara. Nah hari ini aku ada latihan drum band di sekolah. Ikut, yuk?
“Pak antarin Siffa ke sekolah, ya?” ucapku pada Pak
Andri, sopir pribadiku.
“Iya, non. Mana bawaannya?”
“Ini. Sebentar,ya? Saya pamit dulu?”
Aku segera pamit kepada orang tuaku.
“Pa, ma, aku berangkat ke sekolah dulu,ya? Biasa, Drum
band” pamitku.
“Ya. Hati-hati,ya? Ini” papa memberiku uang 100 ribu.
“Makasih! Assalamu alaikum”pamitku.
“Wa alaikum salam warah matullahi wabarakatuh” sambut
papa.
Sesampainya di sekolah...
“One...two...one
two three!!!” seru gitapati. Dan benar saja aku sedang latihan Drum Band.
Aku menjadi balera. Pengajarnya adalah kak Rizwar. Ia baiiiik sekali. Cakep
lagi. Walaupun masih kuliah, pengalamannya tentang musik banyaak sekali!!! Aku
menyukainya. Tapi dia sudah punya pacar dan dia orang Katolik. Jadi nggak
mungkin aku jadi pacarnya.
Setelah selesai latihan, aku ingin keluar dari drum band.
Sudah bosan! Walau aku tahu itu artinya nggak bisa ketemu sama kak Ardian lagi.
Tapi, toh buat apa juga aku mengharapkan orang yang sama sekali nggak ngasih
respon ke aku!!! Sia-sia...Percuma...
Kak Ardian adalah anak basket yang cool dan jelas saja banyak yang suka! Yach...termasuk aku. Kak
Ardian sebenarnya bukan sepupuku. Hanya saja ayahnya berteman dekat dengan
papaku. Makanya kami hampir seperti sepupu. Tapi kalau sedang dekat denganku...
uugh!!! Minta ampun deh coldnya!!!
Diiingiiiin banget sikap dan sifatnya ke aku. Tapi... walaupun begitu tetap
saja aku perjuangkan. Aku ini bodoh, ya? Mengejar orang nggak suka sama aku?? LLL Astaghfirullah!!! Kok jadi ngomongin kak Ardian gini sih???
Sudahlah!!! Selesai ngomongin kak COLD itu!!! Aku ingin berhenti bermain drum band dan fokus pada paduan
suaraku. Aku akan segera bilang ke kak Rizwar!!! ^_^ Semoga aku bisa,ya?
Soalnya kadang-kadang aku selalu deg-degan kalau ketemu. Doain ya? Bismillahir
rohmannir rohiiim!!!
“Kak Rizwar, ada yang mau Siffa bicarain!” panggilku.
“Oh, Siffa. Ada apa dek?” tanya kak Rizwar lembut.
Aiiiiih.... Pikiranku melayang... Eit...tunggu!!! Fokus pada pokok masalah!!!
“Ng...gini... Siffa...mau berhenti main Drum Band. Siffa
mau fokusin sama Paduan Suara aja. Boleh nggak kak?” jelasku lancar. YES!!!
“Fuuuh...gimana,ya?” tanya kak Rizwar pada dirinya sendiri.
”Kenapa kamu mau berhenti? Sayang lho” tanya kak Rizwar.
“Fuuuh...gimana,ya?” tanya kak Rizwar pada dirinya sendiri.
”Kenapa kamu mau berhenti? Sayang lho” tanya kak Rizwar.
“Masalahnya... aku agak pusing kalau rangkap 2. Jadi aku
putuskan untuk berhenti dari drum band” jelasku.
“Hmm... ya udah deh. Kalo’ itu mengurangi bebanmu lakuin
aja. Yang penting kamu masih dalam bidang musik. Kakak suka kok” ucap kak
Rizwar. Aiiih... Ucapannya lembut banget. Mataku berbinar-binar.
“Beneran kak??? Makasih,ya?”
“Beneran kak??? Makasih,ya?”
“Tapi kamu harus pulang setelah latihan hari ini selesai”
ucap kak Rizwar.
Aku menggangguk.
Aku menggangguk.
PULANG LATIHAN,,,
“Vi!!! Pulang bareng yuk?” ajak my gank!!!
“Yuk! Tapi..Siska mana? Dari tadi aku nggak ngeliat dia.”
“Lagi bolos” ucap Dian.
“Ya udah deh. Tapi aku mau mampir ke mall sebentar lho”
ucapku.
“Kita ngikut aja deh. Sapa tahu ditraktir. He...he...”
canda Claudine(baca:Klaudin).
“Yuppy! Yuk masuk?” ajakku.
Di Mobil Siffa, , ,
“Eh, tadi kamu ngomong apaan sama kak Rizwar?” tanya Dian.
“Ng? Oh, itu...Aku mau berhenti dari drum band” ucapku
ringan.
“WHAT???” Claudine dan Dian terkejut. Bahkan sampe teriak. Pak Andri jadi kaget.
“Kok berhenti? Why
gitu lho?” tanya Claudine.
“Kamu nggak mau ketemu lagi sama kak Ardian?” tanya Dian.
“Pengen sih...Cuma... aku mau fokusin aja sama paduan
suara. Sorry ya gals?” ucapku.
Mereka terlihat lesu.
“Hello? Why? I just
stop from drum band. And that not finished our friendship” ucapku.
“Ya..kalo kamu keluar aku juga keluar deh.” Ucap Dian.
“Ng... i..iya aku juga” sambung Claudine.
“Eh, jangan!!! Kalian jangan keluar dari DB cuma karena
aku!!! Impian kalian ‘kan ikut DB ampe MB!!!” aku memperingatkan.
“Nggak apa kok, Vi. Lagipula...” ucap Dian menggantung
“Nggaaak!!! Aku nggak mau kalian keluar dari DB cuma
gara-gara aku!!! Kalo kalian keluar, berarti kita bukan temen lagi deh”
ancamku. Cieee...ngancam???
“I...iya-iya. Nggak keluar kok.” ucap Claudine. (^_^) ß Siffa
dkk. Niey!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar