Senin, 20 Mei 2013

Part 6 - Berita Buruk



            “Ran, aku udah jadian sama Radit”. Kalimat itulah yang aku tulis dan aku kirim ke Ran. Dan otomatis, Ran menuju ke rumahku secepat kilat! Ha...ha...ha...
            “Beneran, Rin?” tanya Radit nggak percaya.
            “Ya iyalah. Masa’ seorang Rin bohong? Seorang Rin gitu lho!” lagakku. Tak berapa lama, Hpku berdering. Hah?! Radit?!
            “Halo”.
            “Lagi apa Rin?” tanya Radit.
            “Lagi ngobrol sama Ran di rumah” jawabku.
            “Aku ke sana, ya? Aku bawain kamu

Part 5 - Malam Bersama Radit



            “Aku jemput kamu jam 7, ya?”. Begitu yang tertera di layar Hpku. Pengirimnya yang nggak lain dan nggak bukan adalah Radit. Seperti SMSnya, jam 7 sore ini aku bakalan jalan sama Radit. Katanya sih mau diajak ke suatu tempat. Kira-kira aku bakalan diajak ke mana, ya? Apa nonton pertandingan tenis? Atau diajak minta fotonya Lucie Safarofa, petenis favoritku? Sekarang udah jam setengah 7, siap-siap dulu ah~!
            Aku memakai hem putih lengan panjang dan kainnya lumayan tebal, solanya malam-malam ‘kan biasanya dingin. Juga celana jean’s panjang. Rambutku yang... yah lumayan panjang aku ikat menjadi model ekor kuda dengan ikat rambut putih. Putih-putih? Ntar dikira pocong lagi!

Part 4 - Seneng Deh!



            “Jalan aja, yuk?” ajak mas Dio setelah 2 jam kami duduk berdiam diri di depan TV yang sama sekali nggak nyala.
            “Iya, yuk?” jawabku.
            “Aku ganti baju dulu, ya?”. Aku mengangguk. Mas Dio segera ke kamarnya. Begitupun aku, ke dalam kamarku. Uwaaah... mimpi apa aku tadi malam??? Aku, Ferryn Rizkya Anastasha bakalan jalan berdua sama mas Dio, Aldio Nugraha yang udah lama aku suka!!! Seperti kejatuhan bulan, ya?

Part 3 - Berita Bagus



            Jam menunjukkan pukul 14.25. Tapi aku sama sekali belum apa-apa. Padahal aku janji jam setengah 3 main tenis sama Radit. Apa ini ada hubungannya sama mas Dio kemarin malam? Aku menghela napas. Rasanya berat untuk bangun dari tempat tidur. Sepertinya... aku bener-bener-bener ngerasa patah hati. Sakiiit banget!
            Di menit lain, Hpku berdering. Di layar ponselnya terdapat nama singkat ‘RaDiT’. Dengan lesu aku mengangkatnya.
            “Halo, Radit”sapaku lesu.
            “Rin, aku sudah di depan rumahmu nih. Kamu udah siap ‘kan?” tanya Radit bersemangat.
            “Iya. Bentar lagi, ya?”.
            “Ya udah. Aku tunggu, ya?”. Telepon kuputus.
            “Ah~! Mau nggak mau deh, aku ganti baju.

Part 2 - Mas Dio



            “Ran! Kemarin aku main tenis lho!” ucapku saat tiba di kelas.
            “Hah?! Tenis?! Bukannya raketnya berat?” Ran sangsi.
            “Beneran! Eh, ada cowok cakep lho di sana” ucapku kecentilan. Ran itu temen baikku. Nama Ran juga aku yang buat. Sebenarnya nama aslinya itu Ranti Yulianti. Tapi karena menurutku lafalnya agak susah, kupanggil Ran aja biar simple. He... he... Kayak nama pemain di Detective Conan ‘kan?
            “Dasar! Trus... Aldionya mau dikemanain?” goda Ran. DEG! Mas Dio???
            “Nggak tau, ya?” ucapku seolah menganggap itu sesuatu yang nggak penting.
            Mas Dio itu anak temennya papaku. Aku suka dia mulai dari kelas 7 semester 2 sampe sekarang, kelas 8 semester 1.

Part 1 - Perkenalan



            “Rin, ikut om, yuk?” ajak om Roni.
            “Ke mana?” tanyaku.
       “Ke lapangan tenis di GOR Segiri. Yuk? Pake’ kaos sama

Rabu, 17 April 2013

Mencintai dalam Diam

Aku jatuh cinta pada seseorang yang bahkan pada waktu itu aku belum bertemu sekalipun dengannya
Aku jatuh cinta pada seseorang yang bahkan aku hanya tahu nama dan fotonya
Aku jatuh cinta pada seseorang hanya dengan menatap matanya yang teduh
Sejak aku mengenalnya, yang aku tahu hanyalah dirinya
Ada percikan perasaan yang mengembang di dada
Dan tanpa sadar aku selalu mencari tahu tentangnya
Hingga saat aku bertemu dengannya pertama kali
Di sebuah taman aku memandangnya dari kejauhan
Aku ingin waktu berhenti saat itu