“Ran, aku udah jadian sama Radit”. Kalimat itulah yang aku tulis dan aku
kirim ke Ran. Dan otomatis, Ran menuju ke rumahku secepat kilat!
Ha...ha...ha...
“Beneran, Rin?” tanya
Radit nggak percaya.
“Ya iyalah. Masa’ seorang
Rin bohong? Seorang Rin gitu lho!” lagakku. Tak berapa lama, Hpku berdering.
Hah?! Radit?!
“Halo”.
“Lagi apa Rin?” tanya
Radit.
“Lagi ngobrol sama Ran di
rumah” jawabku.
“Aku ke sana, ya? Aku
bawain kamu